lifeworksgestaltlogobase

About Me

Foto saya

I teach and practice Gestalt therapy, Career decision coaching, and Family Constellations work. As well as Australia, I teach workshops and training in China, Japan, Korea, the USA & Mexico. I am author of Understanding The Woman In Your Life, a book of advice for men about relationships with women. In my work as director of Lifeworks I provide therapy,  training and supervision. I am a Phd candidate, studying the interpersonal dynamics of power, and am currently director of an MA in Spiritual Psychology for Ryokan College, an accredited online institution based in LA.

Kamis, 27 November 2014

Case #36 - Wanita yang tidak merasakan apa-apa

Brenda mengatakan kalau dia tidak memiliki identitas diri yang jelas - dia mudah hilang kendali, dan terlalu ingin tahu tentang identitas orang lain.
Dia juga bilang kalau dia pemalu, tidak suka difoto atau menjadi perhatian banyak orang.
Semua hal tersebut adalah indikasi  perlunya melangkah ke depan dengan hati-hati, dan waspada terhadap isu memalukan yang potensial.
Saya membiarkannya tahu bahwa saya bisa saja tidak menyelidiki dirinya lebih jauh lagi dan itu tidak akan menjadi masalah bagi saya daripada merasa bahwa dia tidak punya masalah.
Saya menunjukkan bahwa kita berada di depan sekelompok orang, dan saya bertanya apa yang dia rasakan. Dia bilang kalau mereka melihat ke arahnya, tapi dia tidak merasa kalau dia sedang diperhatikan. Saya bertanya apakah itu karena orang-orang tersebut memiliki pengetahuan terbatas tentang dirinya, atau karena dia yang bersembunyi dari mereka. Dia bilang keduanya.
Hal ini membantu saya menciptakan kerangka dinamika hubungan. Jadi saya mengembalikan hal tersebut padanya dan saya - saya melihat ke arahnya, tapi dia juga bersembunyi dari saya. Dia bilang ya, dia memang selalu bersembunyi dari siapapun.
Ini tentu saja menghasilkan sebuah jalan buntu dalam hubungan - sebuah bagian yang sangat ingin dilihatnya, tapi kemudian bagian yang lainnya yang tidak membiarkannya melihat bagian tersebut. Ini adalah sebuah peringatan yang harus saya pertimbangkan dengan benar, atau saya akan mudah frustasi dan terjebak dalam dinamika ini.
Jadi daripada menyelidiki, saya memberitahu padanya hal-hal tentang dirinya yang sudah dia ungkapkan pada saya - bagian-bagian dari informasi pribadi yang dia bagi. Saya juga mengatakan apa yang saya lihat dari dirinya - misalnya warna baju yang dia pakai.
Ini menciptakan sejumlah dasar hubungan di antara kami, tanpa perlu bertanya lebih lanjut padanya, di mana hal ini mengindikasikan bahwa saya mengerti dengan apa yang dia bagi pada saya dan apa yang dia sediakan. Dalam kasus tentang sifat pemalu sangat penting untuk membagi sesuatu yang dimiliki oleh seseorang, daripada menyelidiki orang lain terlalu dalam.
Namun, matanya berkaca-kaca, dan dia mengatakan kalau dia hanyut dalam keadaan ini. Ini menunjukkan bahwa kontak yang terjadi sudah terlalu berlebihan. Jadi saya bertanya sejauh apa dia hanyut.. dia bilang dia hanyut sangat jatuh ke masa lalu.
Ini menjadi indikasi akan sebuah pemisahan diri, dan bahwa yang menjadi hal paling utama di sini adalah keamanan.
Faktanya, saya mengusulkan dia bisa hanyut ke dalam suatu khayalan, dan saya bisa melakukan hal yang sama, dan saya bisa mengajak setiap orang yang ada dalam kelompok untuk ikut dengan saya, dan dengan begitu baik saya, dia dan juga orang-orang tersebut bisa duduk bersama, dalam khayalan yang sama.
Usulan ini menciptakan momentum pada dirinya, dan mendorongnya untuk terus maju. Dalam Gestalt ini disebut sebagai 'teori melawan asas perubahan' - di mana anda bersandar dengan apa yang telah ada.
Dia bilang 'Saya tidak merasakan apa-apa'.
Dengan kata lain, dia sudah benar-benar memisahkan diri. Dalam kondisi seperti ini, hanya apa beberapa jenis kontak yang bisa dilakukan.
Saya bertanya jenis dukungan seperti apa yang dia butuhkan, agar merasa lebih aman. Dia bilang - saya tidak ingin dilihat oleh orang lain.
Jadi saya mengatakan padanya kalau saya tidak akan melihatnya, dan pada waktu yang sama, saya membagi kesedihan saya - karena saya tidak akan melihatnya sama sekali, juga tidak mencoba melihatnya, sehingga dia tidak perlu bersembunyi lagi. Saya bilang padanya saya bisa merasakan kehangatan darinya, tapi tidak bisa menemukan jalan untuk menggapai dirinya.
Brenda melihat ke arah saya dan mengatakan 'saya tidak ingin menerima dukungan'.
Ini adalah sebuah wahyu yang memberikan saya petunjuk bagaimana meneruskan terapi ini.
Saya mengusulkan sebuah eksperimen - dia mengangkat kedua tangannya - tangan yang satu akan mendorong untuk menjauhkan orang lain, dan tangan yang lainnya akan menerima dukungan.
Kami melakukan ini dan dia bisa menerima dukungan dari saya - perlahan saya mendekatkan tangan saya ke tangannya yang akan menerima dukungan dan menggenggamnya.
Dia lalu mengatakan bahwa ada sebuah 'kekuatan' yang mengatakan padanya untuk tidak merasakan kekuatan tersebut. Saya meminta seseorang untuk berdiri di depan kami, sebagai representasi kekuatan tersebut. Dia tidak bisa mengidentifikasi siapa yang merepresentasikan kekuatan tersebut, di mana itu tidak menjadi masalah.
Jadi saya memintanya untuk membuat pernyataan pada kekuatan tersebut. Dia bilang 'saya akan mendengarkanmu ketika apa yang kau katakan itu berguna bagi saya, dan di sisi lain, saya akan membiarkan diri saya merasakan dukungan'.
Ini adalah sebuah pernyataan tentang perbedaan dan penyatuan.
Dia mampu membuat dirinya merasakan dan menerima dukungan, terlibat dan dipandang dalam hubungan, dan merasa kalau dia punya banyak pilihan.
Proses ini berjalan lambat, dan saya perlu menghargai batasan-batasan yang dimilikinya, tidak menyelidiki terlalu banyak informasi secara detail, bahkan termasuk informasi tentang apa yang dia rasakan.. namun juga mengharuskan saya untuk tidak menyerah. Biasanya orang-orang bereaksi pada seseorang yang menciptakan batas-batas pribadi - baik itu menarik diri, bertemu dalam sebuah jalan yang tidak saling terhubung, atau terlalu tertarik pada orang tersebut atau bahkan terlalu baik padanya. Apa yang dibutuhkan adalah sebuah netralitas, dengan kehangatan yang cukup, tapi tidak terlalu banyak, ketertarikan yang cukup, tapi tidak terlalu banyak - ini disebut penyesuaian, dan itulah inti dari sebuah keterampilan dalam mengatasi suatu masalah berkaitan dengan hubungan.














Senin, 17 November 2014

Case #35 - Marah pada mantan suami

Marion punya masalah dengan orang tuanya yang berencana mempertemukan kembali dia dengan mantan suaminya. Ini jelas bukalah sebuah masalah yang substansif. Dia lebih mempermasalahkan rasa tidak nyaman dan masalah yang belum selesai antara dia dan mantan suaminya itu.
Sebelum masuk lebih dalam saya mengatakan - apa yang saya rasakan ketika saya melihat anda adalah bahwa mata anda menatap saya dengan tajam. Hal itu tentunya memberikan dampak yang cukup kuat pada saya. Kesamaan saya dengan mantan suami anda alah bahwa saya juga seorang pria, dan saya membayangkan bahwa sejumlah energi yang anda arahkan padanya mungkin akan ikut saya rasakan saat ini.
Saya bertanya seperti apa masalahnya, dan dia bilang, kemarahan.
Saya bertanya apa yang membuatnya marah. Dia mulai menceritakan sebuah cerita yang panjang pada saya berkaitan dengan keadaan...setelah beberapa saat saya bertanya lagi: baiklah, jadi apa yang sebenarnya membuat anda marah. Sekali lagi dia menceritakan sebuah cerita, dan kali ini lebih panjang.
Saya harus bertanya berkali-kali padanya sampai dia bisa mengatakan dengan jelas apa yang sebenarnya membuatnya marah yaitu bahwa dia merasa dikhianati oleh mantan suaminya, karena tidak memberikan dukungan finansial lagi pada bisnis yang sedang dia jalankan. Dia juga sangat marah karena mantan suaminya itu berbohong padanya dan juga pada orang tuanya yang tinggal bersama dengan mereka.
Saya bilang, ya, anda memang terlihat marah, itu terlihat dari mata anda. Apa yang anda rasakan saat ini?
Dia mulai membahas tentang evaluasi, penilaian dan pendapat daripada membahas perasaannya.
Dia bilang, 'saya memendam perasaan saya'
Jadi saya mengajaknya untuk membayangkan kalau saya adalah mantan suaminya itu, dan 'coba membagi perasaan yang ia pendam  itu dengan saya'. Dia mulai menjelaskan bahwa dia juga merasa patut disalahkan dalam situasi ini.
Jadi saya fokus padanya, dan memintanya untuk mengatakan sesuatu secara langsung dimulai dengan 'saya marah....'
Akhirnya, dia mulai mengekspresikan dirinya, secara langsung, dan mengatakan hal yang membuatnya marah.
Saya menyadari perasaannya, menyadari bagaimana saya bisa mengetahui dan mendengar amarah dalam dirinya... dan lalu bagaimana saya bisa melihat hal ini berubah menjadi tangisan - dan juga melihat seperti apa rasa sakit yang dialaminya.
Saya mendorongnya untuk berekspresi secara langsung, dan dia terus terjebak dalam amarah dan air mata. Ketika dia merasa ada yang mendengarkannya, dia mulai merasa lebih percaya diri untuk mengekspresikan dirinya secara langsung.
Pada akhirnya, dia merasa bebannya berkurang, dan berhasil melepaskan sebagian besar  rasa sakit dan amarah yang selama ini dia pendam sejak bercerai.
Untuk membuat proses ini berhasil, saya harus bekerja keras, fokus pada kesadaran dirinya, dan membawanya kembali pada pengalaman yang pernah ia rasakan di mana saya ikut berpartisipasi dalam eksperimen bersama dengannya, berhenti bercerita tentang sesuatu yang tidak begitu penting, di mana cerita tersebut merupakan cara yang dilakukannya untuk menghindar dari masalah yang sedang coba kami tangani. Saya memberikan wadah baginya untuk mencurahkan amarahnya, dan mendukung serta meyakinkan dirinya untuk mengekspresikan dirinya... ia memerlukan beberapa waktu sebelum merasa kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hal ini. Saya juga tidak ikut terbawa dengan usahanya untuk menghindar;
Sebagai timbal balik, saya memberikan penghargaan padanya, yaitu hal yang selama ini dia rindukan - dilihat dan didengar. Saya memang bukan mantan suaminya, tapi terdapat energi yang cukup kuat di antara kami berdua yang membuatnya merasa puas mengekspresikan perasaannya pada saya sebagai pengganti.
Yang membuat saya terhubung sejak awal adalah kenyataan bahwa saya yang juga merupakan seorang pria sudah cukup mampu membangkitkan kekuatan perasaan yang dimilikinya, dan bahwa sikap saya untuk menerimanya sudah cukup untuk membuatnya merasa kalau proses ini bukanlah semacam 'tindakan pura-pura'.
Yang paling penting di sini adalah dia tidak berteriak, menjerit, memukul bantal, atau bahkan bersuara nyaring selama proses terapi. Amarah bergerak di dalam hubungan dan melalui proses pengendalian, sehingga tidak memerlukan teknik terapi yang dramatis untuk mengatasinya.










Senin, 10 November 2014

Case #34 - Kontak dan sikap otentik

Nathan adalah seorang pria yang kekar, bijaksana, di mana keberadaannya sangat mudah disadari orang lain.
Dia mengalami masalah dengan sikap otentik (jujur). Dia merasa kalau dia tidak benar-benar jujur pada orang lain.
Dia hampir tidak pernah berselisih atau berdebat. Dia sangat koperatif baik di tempat kerja maupun di rumah.
Sejarah yang terjadi dalam keluarganya adalah perselisihan yang terjadi antara kakak laki-lakinya dan kakak perempuannya. Sementara dia memposisikan diri sebagai 'anak baik'. Ada dua hal yang kemungkinan memberikan dampak padanya sebagai seorang anak. Yang pertama adalah dia sangat marah pada kakak laki-lakinya, karena membuatnya hampir tertusuk oleh tiga buah objek di bagian mata. Hal lainnya adalah ketika dia memukul seorang anak laki-laki di sekolah, namun kemudian anak tersebut datang ke rumahnya dan mencakar wajahnya.
Sejak saat itu, dia mulai bersikap tertutup dan tidak mendekati orang lain lagi.
Saya terkejut ketika dia bilang kalau dia tidak begitu percaya diri. Saya terkejut karena dia terlihat seperti orang yang sangat kuat, dan itu terlihat dari ukuran tubuhnya.
Dia bilang kalau dia memiliki penilaian yang tajam pada orang lain, dan cenderung menjaga jarak dengan orang lain.
Jadi saya menawarkan suatu cara penyelesaian yang otentik, yang terlebih dahulu saya terapkan padanya.
Terdapat tiga komponen dalam hal ini - yaitu apa yang dia pikirkan, apa yang dia rasakan, dan apa yang dia inginkan dari orang lain.
Saya menerapkan ketiga komponen tersebut padanya, dan dia memahami apa yang saya maksud dengan baik dan mudah.
Saya mendefinisikan hal ini sebagai suatu titik temu yang otentik. Di mana hal tersebut akan mengarah pada suatu dialog yang otentik (terbuka dan apa adanya), kemudian akhirnya mengarah pada suatu hubungan yang otentik.
Lalu saya mengajaknya untuk menerapkan ketiga komponen tersebut pada tiga orang di dalam kelompok. Subjek yang pertama berjalan dengan lancar. Subjek yang kedua adalah seorang wanita yang memberikan respon yang cukup kompleks padanya. Dia bingung, jadi saya mengatakan padanya agar dia merespon dengan mengutarakan perasaannya. Saya memberinya sebuah cara yang khusus digunakan untuk merespon wanita berkaitan dengan kendala yang dialaminya. setelah beberapa lama, dia mengutarakan perasaannya dalam tiga cara untuk setiap satu pengutaraan pikiran yang dilakukannya.
Dia kemudian mempraktekkan hal ini dengan seseorang.
Saya bertanya apakah dia menemukan kesulitan; dia bilang kalau ini mudah.
Hal ini tentu saja menjadi indikasi bahwa yang dia butuhkan adalah sedikit pengarahan, panduan, dan dukungan untuk melatih hal tersebut.
Sebagai seorang pria, dia merasa senang mendapatkan arahan yang jelas. Sebagai seorang pria yang memendam 'kekuatan' di dalam dirinya, dia hanya memerlukan cara untuk memanfaatkan 'kekuatan' yang terpendam tersebut, tentunya dengan cara yang aman.
Dia merasa percaya diri untuk terus menerapkan hal ini.
Tentu saja, kami bisa saja bekerja dengan situasi keluarganya yang sebenarnya, atau dengan sifatnya yang berusaha menghindari konflik. Tapi ini adalah intervensi yang fokus pada masa sekarang dan masa depan, dan hal seperti ini bisa segera memberikan pengalaman akan suatu keberhasilan padanya. Hal ini penting jika mempertimbangkan masalah kepercayaan dirinya. Hal tersebut juga dapat membantunya dalam proses belajar yang tentunya akan memberikan pengalaman padanya, agar dia bisa terus mencari jati dirinya ketika menjalani hubungan yang otentik.
Hubungan (bisa juga disebut kontak) merupakan salah satu aspek utama dalam teori dan praktek Gestalt, dan hal tersebut merupakan tema utama dalam sesi kali ini.


Senin, 03 November 2014

Case #33 - Sebuah pengungkapan yang jelas dan otentik

Masalah yang dialami James adalah bahwa dia telah bekerja keras sepanjang minggu, bahkan sering bepergian ke kota lain lalu pulang ke rumah di hari Jumat. Berada di tempat yang jauh membuatnya ingin kembali ke tempat tinggalnya. Sangat penting baginya melihat anak dan istrinya berada di rumah agar ia bisa merasa nyaman.
Tapi, istrinya adalah seorang manajer HR tingkat atas, dan jarang berada di rumah. Ketika ditekan oleh James, dia akan menunjukkan bahwa karirnya sebagai manajer juga penting, dan bahwa yang sebenarnya menjadi masalah adalah apa yang dirasakan oleh James.
Dia sudah bersama dengan istrinya selama bertahun-tahun, dan mereka berdua sama-sama tertarik pada perkembangan kepribadian dan astrologi. Dia menggambarkan dirinya seperti bintang cancer, yang menunjukkan perasaannya.
Hubungan mereka sangat dalam dan penuh kasih sayang, tapi juga mengalami banyak konflik, di mana konflik tersebut yang sebenarnya ingin dikurangi oleh James agar hubungan mereka bisa menuju ke arah yang lebih baik.
Hal inilah yang membuat saya berada dalam konteks intervensi dalam hubungan.
Saya bertanya pada James tentang hal penting yang diinginkan oleh sang istri darinya. Dia bilang ketika istrinya sedang melakukan presentasi kerja dan menunjukkan hal tersebut padanya, sang istri ingin mendengar tanggapan dan mendapat apresiasi.
Saya bertanya hal yang kedua (yang juga diinginkan istrinya). Ketika membaca buku, istrinya ingin agar James juga membaca buku tersebut dan mendiskusikannya.
Saya bertanya apakah dia melakukan salah satu dari hal tersebut. Dia bilang kalau terkadang dia melakukannya sampai pada batas tertentu.. tapi tidak untuk membuat istrinya puas.
Jadi saya menyarankannya untuk menganggap serius kedua permintaan dari istrinya itu dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Setelah membiarkannya berpikir sejenak, saya menyarankan padanya agar ia memberikan penjelasan yang lengkap dan benar-benar jelas tentang alasan kenapa dia ingin istrinya itu berada di rumah pada hari Jumat malam.
Saya mendemonstrasikan apa yang saya maksud dengan memberikan contoh dari kehidupan saya:
--> Bertumbuh, ulang tahun selalu menjadi waktu yang istimewa di keluarga kami. Sedangkan untuk istri saya, hampir tidak pernah dirayakan; ada kalanya ulang tahun saudarinya dirayakan, tapi tidak dengan dia.
Hasilnya dia tidak begitu antusias dengan pesta ulang tahun; dia ingin ulang tahunnya itu menjadi privasi dan kalaupun harus dirayakan, dia ingin yang sederhana saja.
Saya sendiri mengharapkan sebuah hari yang istimewa, dengan banyak penanda yang mengingatkan kalau saya berulang tahun. Ada kalanya dia tidak melakukan apa yang saya harapkan, dan itu membuat hati saya sakit; di mana rasa sakit itu sangat sulit dimengerti olehnya.
-
Jadi hal rumit yang akan saya ungkapkan secara otentik akan seperti ini :
Saya tahu kalau kau tidak terlalu menyukai ulang tahun, dan bahwa kau juga tidak memiliki pengalaman yang istimewa berkaitan dengan hal tersebut semasa kecil. Saya juga tahu kalau kau telah berusaha keras untuk membuat ulang tahunku terasa menyenangkan, dan saya sangat berterima kasih untuk itu.
Saya juga tahu bahwa ada kalanya kau tidak merasa berada di posisi yang tepat untuk beberapa alasan. Saya juga mengerti bahwa bagimu semua ini berhubungan dengan perasaanmu yang sesungguhnya yang ingin kau bagi dengan orang lain, dan bahwa kau tidak mengharapkan lebih dari itu ketika berulang tahun. Tapi, saya dan kau berbeda. Terkadang saya juga tidak begitu menyukai ulang tahun. Karena saya punya kebiasaan menganggap ulang tahun itu sebagai sesuatu yang sangat istimewa, saya menaruh harapan pada hal tersebut dan berharap saya bisa menjadi ' yang paling utama' di hari yang istimewa tersebut. Dan bahwa meskipun kau sedang tidak enak hati, kau akan mengabaikan hal tersebut, hanya untuk hari itu, agar saya bisa merasakan kalau saya mendapat perlakuan yang istimewa. Itu sangat berarti bagiku, dan bahkan lebih dari itu, karena saya tahu bahwa hal seperti ini tidak selalu mudah bagimu. Saya merasa agak canggung ketika mengatakan hal ini padamu, tapi hal ini penting bagiku, dan bahwa ini merupakan hal yang sulit bagimu. Saya sangat menghargaimu karena mau mempertimbangkan permintaanku, dan kau bisa memikirkan hal tersebut jika menurutmu itu perlu, lalu kita bisa membicarakannya lain kali.
-
Dengan memberikan contoh seperti di atas pada James, dia akan mengerti bagaimana membangun sebuah pernyataan pribadi yang kompleks dan berasal dari dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang dialaminya.
Teori Gestalt adalah tentang memperdalam suatu hubungan dan membawa kejujuran ke dalam hubungan tersebut, lalu kemudian meningkatkan hubungan dan kedekatan. Ini merupakan salah satu cara penyelesaian yang akan kami berikan pada klien yang sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang komunikasi.














































© Lifeworks 2012

Contact: admin@learngestalt.com

Who is this blog for?

These case examples are for therapists, students and those working in the helping professions. The purpose is to show how the Gestalt approach works in practice, linking theory with clinical challenges.

Because this is aimed at a professional audience, the blog is available by subscription. Please enter your email address to receive free blog updates every time a new entry is added.

Gestalt therapy sessions

For personal therapy with me: www.qualityonlinetherapy.com

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

© Lifeworks 2012

Contact: admin@learngestalt.com

Bahasa:

HOME

Informed Consent & Rates

Gestalt Therapy Defined

PAYMENTS

OTHER STUFF

Links

Book:Advice for Men about Women

BLOGS

English

Bahasa

Čeština

Deutsch

Español

Français

Greek ελληνικά

Hindi हिंदी

Magyar

Melayu

Italiano

Korean한국의

Polski

Português

Română

Russian Русский

Serbian српски

Chinese 中文

Japanese 日本語

Arabic العربية

English Bahasa České Deutsch Español Filipino Français ελληνικά हिंदी Magyar Melayu Italiano 한국의 Polski Português Română Русский српски 中文 日本語 العربية

If you are interested in following my travels/adventures in the course of my teaching work around the world, feel free to follow my Facebook Page!

Can you translate into Bahasa? I am looking for volunteers who would like to continue to make this translation available. Please contact me if you are interested.

vinaysmile

I publish this blog twice a week. It is translated into multiple languages. You are welcome to subscribe

logosm1

Interested in Gestalt Therapy training?

Contact Us

Links

Career Decision Coaching

Here

and here

Lifeworks

Gestalt training and much more

http://www.depth.net.au

For Men

Here is a dedicated site for my book Understanding the Woman in Your Life

http://www.manlovesawoman.com

The Unvirtues

A site dedicated to this novel approach to the dynamics of self interest in relationship

http://www.unvirtues.com

Learn Gestalt

A site with Gestalt training professional development videos, available for CE points

http://www.learngestalt.com

We help people live more authentically

Want more? See the Archives column here

Gestalt therapy demonstration sessions

Touching pain and anger: https://youtu.be/3r-lsBhfzqY (40m)

Permission to feel: https://youtu.be/2rSNpLBAqj0 (54m)

Marriage after 50: https://youtu.be/JRb1mhmtIVQ (1h 17m)

Serafina - Angel wings: https://youtu.be/iY_FeviFRGQ (45m)

Barb Wire Tattoo: https://youtu.be/WlA9Xfgv6NM (37m)

A natural empath; vibrating with joy: https://youtu.be/tZCHRUrjJ7Y (39m)

Dealing with a metal spider: https://youtu.be/3Z9905IhYBA (51m)

Interactive group: https://youtu.be/G0DVb81X2tY (1h 57m)