lifeworksgestaltlogobase

About Me

Foto saya

I teach and practice Gestalt therapy, Career decision coaching, and Family Constellations work. As well as Australia, I teach workshops and training in China, Japan, Korea, the USA & Mexico. I am author of Understanding The Woman In Your Life, a book of advice for men about relationships with women. In my work as director of Lifeworks I provide therapy,  training and supervision. I am a Phd candidate, studying the interpersonal dynamics of power, and am currently director of an MA in Spiritual Psychology for Ryokan College, an accredited online institution based in LA.

Senin, 30 Juni 2014

Case #18 - Liburan singkat

Trudy tinggal bersama paman dan bibinya. Pamannya menganggap kalau minatnya pada bidang psikologi adalah suatu kesalahan, dia juga ditekan oleh pamannya untuk mencari kerja. Pamannya selalu mengkritik Trudy karena terus menghabiskan untuk untuk kegiatan semacam ini, dan memintanya untuk segera menikah sebelum pada umur 26 tahun.
Saat saya bertanya tentang apa yang dia rasakan, dia bilang kalau dia merasakan sakit di bahunya.
Masalah ini berkaitan dengan rasa tanggung jawab yang terlalu berlebihan.
Dan benar saja, dia sangat memikirkan masalah ini. Mencari kerja, kerja yang seperti apa, dan lain-lain. Saya bertanya padanya tentang apa yang ingin dia lakukan - dia bilang terapi. Tapi dia merasa perlu mendapatkan pelatihan, dan pengalaman hidup sebelum memulai terapinya. Saya bertanya kapan dia siap - dia bilang 'saat saya sudah lebih tua'.
Dalam teori Gestalt kami selalu fokus pada suatu masalah secara spesifik, jadi saya bertanya padanya, setua apa? dia bilang 80 tahun.
Jadi, saya bertanya jenis pekerjaan seperti apa yang ingin dia lakukan sebelum mencapai usia tersebut. Dia merasa sulit memikirkannya dengan jelas, karena merasa sangat tertekan.
Jadi saya mengajaknya untuk 'melupakan sejenak' tekanan yang dialaminya, dan melakukan liburan singkat selama 1 menit. Hal ini bertujuan agar dia tetap bisa mengerti maksud dari terapi ini. Saya mengamati sesuatu tentang dirinya, yaitu sesuatu yang memang patut untuk dihargai. Dan saya mengajaknya untuk melakukan hal yang sama.
Hal ini membuatnya lebih dekat dengan saya, di mana saya sangat menghargai dirinya (dia bilang kalau dia tidak pernah mendapat dukungan dan hanya ditekan oleh orang tuanya), dan saya membantunya mencapai kesadaran sensorik. Kami menggunakan prinsip yang disebut 'latar' dalam Gestalt untuk membantu seseorang keluar dari masalahnya.
Yang saya usulkan di sini adalah eksperimen Gestalt.
Dia berusaha untuk lebih santai, tapi sulit baginya untuk melakukan hal itu. Dia tidak bisa membuat dirinya merasakan 'liburan'.
Jadi saya memeriksanya, dan menemukan tempat di bahunya yang terasa sakit, kemudian saya menekannya dengan jari. Ini bukanlah sebuah pijatan, tapi bertujuan untuk membawa kesadarannya pada titik yang paling krusial, dan meningkatkan kesadaran tersebut - dia sudah terbiasa dengan hal ini.
Saat saya melepaskan jari saya, dia akhirnya bisa lepas dari rasa sakit yang dirasakannya.
Lalu kami mencoba 'berlibur' lagi, sebelum membahas lebih jauh situasi dalam pekerjaannya.
Lagi-lagi dia kesulitan melakukan 'liburan' tersebut.
Saya merasa kasihan karena terapi ini terlalu sulit baginya, dan saya khawatir karena mungkin dia tidak akan hidup untuk jangka waktu yang lama jika terus-terusan menekan dirinya sendiri.
Terapi ini membuat kesadarannya untuk terfokus pada gambaran yang lebih besar, dan konsekuensi karena telah memilih hidup dengan begitu banyak tekanan. Hal ini juga memberinya pandangan perspektif bahwa kebiasaan seperti ini akan membawanya ke jalan yang mungkin tidak ingin dia pilih.
Pilihan merupakan hal yang sangat penting dalam teori Gestalt.

Jumat, 27 Juni 2014

Case #17 - Masuk melalui cerita yang sudah lama

Jake punya masalah dengan mentalnya. Dia mengalami banyak penderitaan selama hidupnya; dia sudah keluar masuk klinik kesehatan, melakukan berbagai pengobatan, dan terapi untuk berhadapan dengan beban yang menurutnya mustahil untuk dihadapi. Dia selalu merendah, dan tidak cukup percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain; dia sangat pemalu
Dia kemudian ingin menceritakan bagaimana penderitaan yang dialaminya.
Saya langsung memotong pembicaraan. Menurut saya ini adalah cerita lama yang sudah tidak cocok lagi untuknya, kecuali dia ingin mendapatkan belas kasihan, sebagai permintaan maaf untuk dirinya sendiri, atau sebagai pembelaan atas penderitaan yang dialaminya.
Saya bilang padanya kalau saya akan memberinya petunjuk, untuk membedakan hal yang menyenangkan dan hal yang menyakitkan. Saya memintanya untuk melihat sekeliling ruangan, dan mengidentifikasi manakah orang yang merasa senang saat dia melihat pada orang tersebut, dalam skala sangat senang, atau tidak cukup senang.
Lalu saya memintanya untuk membawa orang itu. Dia memilih ahli terapinya, yang berada dalam satu grup yang sama dengannya. Saya memintanya untuk menjelaskan apa yang dia rasakan. Dia bilang dia merasakan kehangatan di dadanya. Saya memintanya untuk menarik nafas. Dia terlihat nyaman, wajahnya terlihat santai.
Lalu saya memintanya untuk membawa satu orang lagi. Dia membawa anggota yang paling muda. Lalu saya memintanya untuk melakukan hal yang sama lagi.
Dia merasa damai dan puas setelah mengalami semua proses ini
Eksperimen ini masuk ke dalam kisah penderitaan yang dialaminya, dan menghubungkan kisah tersebut dengan hal yang membuatnya merasa lebih hidup, dalam hubungannya di masa sekarang.
Di sinilah teori Gestalt bekerja. Akan lebih baik jika saya masuk ke dalam kisah yang dialaminya untuk memberikan suatu konteks tertentu padanya dan memperdalam pemahamannya. Tapi beberapa cerita baru, perlu untuk diceritakan dan didengarkan. Cerita lain yang sudah lama dan tidak diperbaharui hanya akan menjadi pembenaran untuk diri sendiri.
Semua cerita yang kita bawa hingga saat ini, di mana kita memiliki pilihan, merupakan fokus dari teori Gestalt.

Senin, 23 Juni 2014

Case #16 - Mata tersenyum, mata menakutkan

Ingrid menoleh padaku dan bilang - kau punya mata yang tersenyum (maksudnya ekspresi mata pada saat tersenyum)
Lalu aku bilang, itu lebih baik daripada mata mengerikan
Syukurlah kalau dia merasa aman saat bersama saya, tapi itu hanya karena dia belum melihat sisi menakutkan dari diri saya. Dan tentang bagian yang menakutkan dari dirinya juga. Yang membuat saya tertarik adalah membangun suatu hubungan yang lebih baik, daripad hanya diam dan tetap berasumsi kalau semuanya akan baik-baik saja.
Jadi saya bertanya pada ketika dia menunjukkan mata yang mengerikan, dan berbicara tentang waktu - saat saya marah, saat saya tersakiti.
Dia menceritakan keadaan saat di sedang marah. Saya memintanya untuk memberikan contoh yang lebih spesifik. Dia bercerita tentang suaminya yang meneleponnya, dia bilang pada suaminya kalau dia sedang sibuk, dan tidak punya waktu untuk bicara dengannya. Suaminya terus saja berbicara, dan dia tetap mendengarkannya. Ini semacam pola jangka panjang.
Jadi saya melakukan sebuah eksperimen.
Kami berdiri, saling berhadapan, mengangkat tangan kami masing-masing, dan kami mengulangi apa yang terjadi pada suaminya. di mana suaminya membuatnya melewati batas kesabarannya. Perlahan saya mendorong tangannya, jadi dia harus memilih antara mundur atau terjatuh.
Lalu saya memintanya untuk mendorong balik. Dia mencoba melakukannya, tapi tanpa kekuatan dan terasa sangat lemah. Kami melakukan hal ini beberapa kali.
Saya meyakinkannya untuk menahan batasan dirinya. Akhirnya dia mengumpulkan seluruh tenaganya dan mendorong saya balik dengan sangat kuat.
Lalu saya memintanya untuk berperan sebagai suaminya, lalu mendorong saya melewati batasku. Hal ini sangat bertentangan dengan dirinya - dia tidak bisa bersikap agresif.
Jadi saya memintanya untuk tidak membiarkan saya mendorongnya, cukup menahan dorongan saya dan mengimbanginya. Dia merasa kaku di kakinya, dan lemah di tangannya. Jadi saya memintanya untuk menguatkan bagian kakinya. Setelah beberapa waktu, saya memintanya untuk melangkah maju, dan saya mundur. Akhirnya, dia merasa seluruh tubuhnya ikut bekerja, dan saya terdorong karena dia menggunakan seluruh kekuatannya.
Rasanya dia sangat kuat.
Ini adalah eksperimen yang bekerja dengan sangat baik, di mana kami berdua meneliti seperti apa masalahnya(melalui kegiatan saling mendorong tadi) daripada hanya berbicara tentang situasi. Dengan melibatkan diri sendiri, saya bisa merasakan apa yang terjadi dalam hubungannya, dan mendukungnya agar bisa melangkah keluar dari kelemahannya.

Jumat, 20 Juni 2014

Case #15 - Kasus Wang, persepsi lemah, dan kedipan

Wang adalah seorang pria muda yang cerdas. Saya ingin menunjukkan pendekatan fenomenologis padanya. Jadi saya memulainya dengan mengatakan kalau baju kaosnya yang berwarna coklat terlihat menbosankan.
Dia bilang kalau dia memilihnya karena dia buta warna, dan mengira kalau baju itu berwarna hijau.
Sebenarnya dia menggunakan kata 'lemah' dalam kaitannya dengan persepsi warna.
Kemudian dia bilang kalau dia memiliki persepsi sensori dan interpersonal yang 'lemah'. Hal ini menyebabkan masalah dengan pacarnya.
Saya melibatkan diri saya, dan berbicara tentang lemahnya kemampuan persepsi yang saya miliki.
Dengan melakukan hal seperti itu, dia akan memiliki dasar untuk lebih terbuka pada saya.
Dia ingin mencari tahu bagaimana cara mengubah atau mengatasi masalah ini.
Saya menjelaskan bahwa teori Gestalt tidak tertarik untuk mengatasi masalah, tapi ingin lebih mengetahui seperti apa masalahnya, mengetahui kemampuan dan batasan dari setiap orang. Lalu, memperbanyak kemungkinan.
Jadi saya memintanya untuk memberikan contoh spesifik tentang apa yang cocok dengannya. Di hendak mengatakan sesuatu, lalu kemudian mengatakan 'tapi'... jadi saya memotong perkataannya, lalu menunjukkan seperti apa saya menilai sesuatu yang cocok dengan saya.
Teori Gestalt biasanya menggunakan sang ahli terapi sebagai contoh.
Lalu saya bertanya tentang batasan dirinya. Dia menunjukkan respon yang sangat umum, jadi saya memintanya memberikan contoh spesifik. Dalam teori Gestalt kami selalu ingin memperjelas suatu masalah, agar kami bisa bekerja dengan masalah itu.
Dia memberikan contoh tentang pacarnya yang menginginkan apresiasi dan kata-kata lembut, dan dia merasa sudah memberikannya. Dia sadar kalau dia tidak benar-benar memahami apa yang sedang dia rasakan.
Lalu saya mulai mencoba meneliti ketika dia mengedipkan matanya. Ini agak aneh - cukup sering terjadi.
Dia tidak begitu memahami kenapa dia melakukan hal itu, tapi usaha untuk membuatnya menyadari pengalamannya sendiri sama sekali tidak membuahkan hasil. Jadi saya memintanya untuk melihat beberapa orang yang ada di dalam grup ini, dan memperhatikan apa yang terjadinya dengan kebutaannya. Dia bilang kalau ini terlalu sulit - orang itu bergerak terlalu cepat, dan sulit untuk diperhatikan.
Jadi saya memintanya untuk melihat dan memperhatikan saya. Dia mulai memberikan penilaiannya secara langsung, tapi saya memintanya untuk mengamati pengalaman dan dirinya sendiri, seperti layaknya sebuah kamera.
Ini sulit baginya, dan dia tidak memiliki banyak kesadaran. Tapi pada suatu waktu dia mengedipkan matanya secara perlahan, dan saya bertanya apa yang terjadi saat itu.
Dia bilang kalau dia berusaha menghindari kontak.
Dalam teori Gestalt kami meneliti fenomena, terutama apa yang disebut persimpangan, di mana banyak hal bisa saja berubah, dan meneliti pengalaman yang ada pada titik tersebut
Kami membahas masalah penghindaran ini, dan saya memberikan contoh dari pengalaman saya, ketika mengunjungi ayah saya. Sekali lagi, hal ini membuat kami bisa melakukan kontak lebih lanjut.
Dia bereaksi dengan sedikit emosi - dia juga punya masalah dalam berkomunikasi dengan ayahnya.
Ini sudah terlalu jauh, jadi kami memutuskan untuk menutup sesi terapi kali ini.
Sekarang dia sudah berada di tempat di mana dia bisa mulai melatih kesadarannya. Dia adalah orang yang pintar, dan selalu berpikir dengan baik, jadi tindakan mengedipkan mata yang dilakukannya membuatnya bisa memahami perasaannya, khususnya ketika situasi semakin rumit.
Dia harus bisa memahami dirinya sendiri terlebih dahulu agar bisa menyesuaikan diri dengan orang lain. Dan persepsi yang dianggap 'lemah' olehnya setidaknya harus bisa dikendalikan.

Minggu, 15 Juni 2014

Case #14 - Tidur : Menahan dan melepaskan

Julee mengatakan bahwa dia merasa nyaman dan ngantuk saat duduk dalam kelompok.
Dia mengalami insomnia selama 20 tahun. Saya bertanya apa yang terjadi padanya selama kurun waktu itu, dan dia bilang banyak hal yang terjadi, dia sangat sibuk, dan tidak punya cukup waktu untuk tidur. Daripada hanya membahas konteks masalah, saya memutuskan untuk fokus pada pengalamannya, dan melakukan sebuah eksperimen Gestalt.
Saya menjelaskan tidur adalah proses "pelepasan", dan itulah yang harus dilakukannya dalam kelompok, agar bisa tertidur.
Jadi kalau dia mengalami masalah sulit tidur, itu terjadi karena dia menahannya.
Jadi saya mengajaknya untuk memahami masalah pelepasan dan menahan diri ini bersama-sama, dengan memegang pergelangan tangan saya. Lalu saya memintanya untuk menujukkan seperti apa "pelepasan" yang dia pelajari di kelas, dan seperti apa sikap "menahan diri" yang biasa dilakukannya sebelum tidur.
Saya kemudian tahu kalau apa yang coba ia "tahan" tidaklah sekuat itu. Jadi saya menarik perhatiannya pada hal tersebut, dan memintannya untuk bereksperimen dengan "pelepasan". hal itu tidaklah sulit baginya.
Ini hanyalah eksperimen kecil, tapi saya memberikan pengalaman secara langsung terhadap apa yang sedang dilakukannya, dan jalan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Saya memberikan kesan kalau dia akan menyadari bagaimana dia "menahan" suatu hal, dan kemudian mengingat bagaimana dia memegang tangan saya, dan bagaimana dia melakukan "pelepasan" ketika berada kelompok, pada saat dia akan tidur.
Eksperimen Gestalt menyangkut bagaimana cara menghadirkan suatu masalah, dan menyelidikinya secara aktif dan kreatif. Di mana masalah ini dimungkinkan untuk dibawa ke dalam hubungan antara klien dan sang ahli terapi. Hal ini juga akan membantu sang ahli terapi untuk langsung memahami apa yang sedang terjadi, daripada jika hanya mengandalkan penjelasan saja. Eksperimen ini memberikan pengalaman baru dan kesadaran tentang apa yang sedang terjadi. Dalam teori Gestalt kami memahami bahwa ketika anda menyadari suatu hal secara penuh, hal itu tidak lagi akan menjadi hambatan... penyatuan akan terjadi dengan sendirinya. Ini adalah kosep Taoisme.

Senin, 09 Juni 2014

Case #13 - Mimpi darah

Liz mengalami mimpi yang berulang. Saya memintanya untuk menceritakannya, dengan gaya Gestalt, dengan latar waktu saat ini - seperti itulah cara kami mendapatkan klien dan sekarang menggunakan mimpi.
Seperti inilah ceritanya:
Dia sedang berada di dalam kereta, bersama ibunya. Di depan mereka ada dua orang anak laki-laki berbaju hitam yang menggodanya. Dia marah, dan mereka pergi dari situ. Sekarang salah satu dari mereka kencing di sampingku, mengeluarkan darah segar dari ususnya. Lantai di dalam kereta dipenuhi darah segar. Aku takut. Dia hanya berdiri di sana dengan darah terus mengalir darinya. Hal yang sama terjadi dengan bagian tubuh lainnya.
Saat kami tiba di stasiun, kami melihat seorang dokter wanita dengan peralatan lengkap, aku merasa lega di ada di sana.
--
Saya bertanya apa yang dirasakan olehnya, untuk membuatnya terhubung ke tingkat yang lebih dalam.
...rasa takut, perasaan seperti akan mati, kesendirian.
Saat dia berbicara sebagai anak laki-laki itu, dia bilang saya kehilangan energi, lalu dia terjatuh di lantai. Aku tidak bisa merasakan energi kehidupan dan kehangatan di dalam tubuhku.
Saya memintanya untuk merasakan tubuhnya - hal ini akan menghubungkan pengalaman dari mimpinya dengan pengalaman somatiknya saat ini, agar dia bisa lebih mengenal siapa dirinya.
... dia merasakan seperti ada lubang di dadanya. Saya bertanya seberapa hangat tubuhnya saat ini. Dia bilang kalau dia hanya bisa merasakan 30% rasa hangat di tubuhnya.
Saya memberikan timbal balik padanya dengan membawa pengalaman somatik yang pernah dialaminya ke dalam sebuah hubungan.
Menurut saya dia adalah orang yang sangat hangat - bisa dibilang 70%.
Saya bertanya padanya tentang kesenjagan ini(kesenjangan antara rasa hangat yang dirasakan) - dan membuatnya melakukan suatu eksperimen - bisakah dia menaikkan dan menurunkan suhu tubuhnya.
Hal ini akan membantu kami untuk lebih memahami masalah kehangatan ini.
Saat dia menurunkan suhu badannya, dia merasa seperti akan jatuh, merasa badannya sangat berat dan merasa dingin di bagian ususnya.
Dia bilang, kalau sebenarnya dia kadang merasakan sakit di usus kecilnya, seperti ditusuk-tusuk. Dan dia sangat rentan terhadap suhu dingin - juga sulit bernafas saat musim dingin.
...dia merasa tubuhnya sangat berat, lembab, dan sulit bergerak.
Dia mengatakan kalau dia sangat sensitif dan lemah secara fisik. Sulit baginya untuk mendapatkan cukup nutrisi dari makanan - tubuhnya kurus dan perlu mendapatkan suplemen sebagai tambahan. Jika ada yang menyentuhnya, dia akan ketakutan. Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Dia tidak sering berhubungan seks. Dia ingin disentuh seperti layaknya seorang ayah menyentuh anaknya.
Saya memintanya untuk beperan sebagai 'darah' yang ada di dalam mimpinya - agar dia lebih memahami tentang arti kehangatan...
...dia bilang, aku hangat, sangat bersemangat, penuh nutrisi. Anak itu menolakku, aku akan keluar dari tubuhnya, dia tidak memerlukanku.
...dia berbicara tentang bagaimana dia menolak kehidupannya di mana masalah terus terjadi setiap saat, dan dia tidak tidak mengerti alasannya, juga mendengar suara seorang pria yang mengatakan padanya kalau dia harus mati.
Jadi saya bertanya tentang ayahnya...ayahnya selalu menghindar. Dia sangat tertutup, tidak berbicara sama sekali bahkan pada anaknya, dan hanya menonton TV. Wajahnya terlihat tidak ramah. Liz merasa kasihan pada ayahnya, dia bertingkah seperti anak laki-laki hanya untuk melihat ayahnya merasa bahagia dan tersenyum.
Sekarang saat dia sudah dewasa, dia merasa sakit ketika melihat ayahnya. Ayahnya masih memperlakukannya seperti anak kecil, yang mencari ibunya.
Jadi, masalahnya sudah jelas. Sebagai seorang anak, Liz menginginkan kehangatan dari orang tua, dalam hal ini ayahnya, tapi faktanya dirinya sendiri yang berusaha mendapatkan kehangatan itu, walaupun tidak pernah berhasil mendapatkannya. Hal itu terlalu sulit bagi seorang anak, dan itu menguras energi kehidupannya. Sekarang dia tidak punya tempat lagi untuk mendapatkan kehangatan... dia sudah terbiasa memberi lebih banyak hal pada orang lain dari pada menerima. Inilah yang membuantnya selalu bersikap baik pada orang lain dan memiliki sifat keibuan, tapi sebenarnya dia sedang menderita dan merasa kehilangan sesuatu.
Hal ini merupakan bentuk dari penolakan kehidupan, di mana dia sedang bingung karena tidak tahu harus melakukan apa.
Pada titik ini, kami tidak mencarikan jalan keluar untuknya, tapi kami memberikan kesadaran padanya. Dalam teori Gestalt, kesadaran merupakan awal dari perubahan.

Kamis, 05 Juni 2014

Case #12 - Mimpi: kembaran, air, ibu

Mimpi, lamunan dan cerita memiliki kesamaan yaitu sama-sama memberikan akses untuk berkomunikasi dengan siapapun.
Jesse mengarang sebuah cerita tentang dua anak laki-laki kembar. Mereka berdua sedang bermain di sekitar bendungan. Sang karakter utama, sebut saja Tony, takut terhadap air. Tapi saudara kembarnya, Jack, tidak takut sama sekali. Jack bermain dan mengolok-ngolok Tony, sambil memintanya untuk ikut masuk ke dalam air, tapi Tony menahan diri. Ibu mereka meninggal beberapa waktu lalu, dan mereka sekarang dirawat oleh ibu tiri. Tony punya sebuah batu di kantongnya, kenang-kenangan dari ibunya. Jack mengambil batu itu dari kantongnya dan melemparnya ke dalam air. Tony segera mengejarnya sampai masuk ke dalam air, dan akhirnya dia merasa nyaman. Dia melupakan tentang masalah batu tadi.
Masalah yang dipikirkan oleh Jesse adalah dia ragu-ragu untuk menikahi pacarnya. Dia memang mencintai pacarnya itu, tapi dia tidak yakin bisa menjalin hubungan jangka panjang, dan pada akhirnya dia tidak bisa mengambil keputusan.
Kami menganalisa mimpi ini, di mana Tony akan mengidentifikasi karakter lain dalam cerita. Tony sangat takut dengan air. Jack adalah orang yang spontan dan senang bermain. Ibu mereka adalah orang yang penuh kasih sayang,masih muda, dan lembut. Sedangkan air memiliki kedalaman.
Pengalaman tentang ibunya adalah poin yang penting, karena dia sudah tidak bisa bertemu lagi dengan ibunya, dan bagian inilah yang membuatnya sulit menjalin hubungan dengan wanita. Dia takut menjalin hubungan yang terlalu dekat, takut kalau hal yang sama terjadi dalam hubungannya.
Jadi hal yang paling jelas di sini adalah hubungan yang sangat mendalam terhadap pengalamannya. Hal ini menjadi motivasi baginya untuk masuk ke dalam air dan mengambil batu tersebut. Dan jelas dia perlu bantuan saudara kembarnya, yang tidak takut pada air, dan yang membuang gambaran ibunya itu ke dalam air.
Jadi saya meminta padanya(Jesse) untuk memainkan peran itu. Saya menjadi saudara kembarnya, mengambil batu kenang-kenangan itu dari kantongnya, dan melemparnya ke dalam air. Dia setuju, jadi anggaplah sekarang saya mengambil batunya, lalu meleparnya ke dalam air. Dia membayangkan dirinya masuk ke dalam air untuk mengejar batu itu. Lalu dia merasa nyaman.
Ini adalah pengalaman yang sangat mendalam baginya. Dia merasa kalau dia masih bisa menjalin hubungan dengan suatu tempat yang berada jauh di dalam dirinya, yang tidak terganggu dengan kekhawatiran akan masa depan. Sama seperti dalam cerita, saat dia berada dalam air, dia tidak membutuhkan kenangan tentang ibunya lagi.
Jelas sekali dibutuhkan beberapa hal untuk menyelesaikan masalah ini. Petama, kenyataan kalau orang lain membantunya - dia ingin saudara kembarnya menaruh perhatian pada ibu mereka yang sangat ia rindukan. Lalu, gerakan spontan dirinya masuk ke dalam air. Akhirnya, dia bisa menjadi dirinya sendiri, di mana dirinya tidak lagi  terbagi ke dalam bagian yang merasa ragu untuk masuk ke dalam air, dan bagian yang hanya terus menjalani hidup.
Dia merasa kedua bagian itu telah menyatu. Dia merasakan suatu hubungan yang kuat dan hangat di dalam hatinya, sehingga punya keberanian masuk ke dalam air, dan menjalin hubungan tanpa keraguan.

Senin, 02 Juni 2014

Case #11 - Ayah, ibu, pacar

John merasa kesulitan dalam mengerti perasaan pacarnya. Dia tidak yakin dengan hubungannya.
Dia bermimpi kalau dia dan pacarnya melakukan hubungan seksual. Ayah dan ibunya ada di belakangnya. Ayahnya masih muda, percaya diri, dan kuat.
Dia bimbang, dan tidak ingin membuat pacarnya hamil. Ayahnya datang, dan dia merasa tertolong.
Anda bisa lebih santai dengan masalah ini jika memakai teori Freudian, tapi tidak dengan Gestalt. Gestalt berhubungan dengan penyatuan dan kepemilikan, jadi kami mengidentifikasi semua bagian dari mimpi tersebut. di mana bagian-bagian tersebut memberi akses untuk masuk ke dalam polaritas dan diri kita sendiri.
Jadi saya memintanya untuk menjadi bagian-bagian dari mimpi tersebut.
Berperan sebagai dirinya, di mana dia  bersikap ragu-ragu dan selalu menahan diri.
Sebagai seorang pacar yang mencintai pasangannya sepenuh hati.
Sebagai seorang ayah yang terbuka, tegas dan dalam keadaan sehat.
Sebagai seorang ibu yang tertutup, muram, dan pemalu.

Berdasarkan peran di atas, terdapat kesamaan antara peran ayah dan pacar yang sama-sama percaya diri dan berjiwa kuat, sedangkan peran dirinya dan ibu sama-sama memiliki jiwa yang lemah, ragu-ragu dan pemalu.
Hal ini wajar saja, mengingat ibunya bersikap dingin padanya saat ia tumbuh dewasa.
Jadi kami menaruh perhatian pada sikap dingin ini, khususnya, bagaimana ia bersikap dingin dalam suatu hubungan. Kami melihat seberapa dingin sikapnya pada pacarnya, dan kesulitan yang dialaminya saat bersikap seperti itu.
Kami meneliti sikap dingin ini, yang disebut "kekosongan emosional" olehnya, yaitu bagian dari dirinya yang tidak berperasaan. Dia menghubungkan hal ini dengan pengalaman akan depresi dan kesian-siaan.
Masuk ke dalam kesadarannya untuk memahami sikap dingin yang dimilikinya akan sangat membantu, di mana dia bisa melihat kalau masalah ini berkaitan dengan hal mendasar yang ia bawa ke dalam suatu hubungan. Untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda, dia harus menemukan cara untuk membuat dirinya nyaman, tanpa memintanya dari sumber lain(pacar).
Hal ini berdasarkan prinsip-prinsip kesadaran dan pengertian tanggung jawab dalam teori Gestalt. Sikap dinginnya bukanlah hal yang akan berubah - sikap itu tertanam dalam caranya menjalin suatu hubungan. Tapi dia bisa meningkatkan kesadarannya dan mengerti bagaimana seharusnya hal itu diterapkan dalam suatu hubungan.

© Lifeworks 2012

Contact: admin@learngestalt.com

Who is this blog for?

These case examples are for therapists, students and those working in the helping professions. The purpose is to show how the Gestalt approach works in practice, linking theory with clinical challenges.

Because this is aimed at a professional audience, the blog is available by subscription. Please enter your email address to receive free blog updates every time a new entry is added.

Gestalt therapy sessions

For personal therapy with me: www.qualityonlinetherapy.com

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

© Lifeworks 2012

Contact: admin@learngestalt.com

Bahasa:

HOME

Informed Consent & Rates

Gestalt Therapy Defined

PAYMENTS

OTHER STUFF

Links

Book:Advice for Men about Women

BLOGS

English

Bahasa

Čeština

Deutsch

Español

Français

Greek ελληνικά

Hindi हिंदी

Magyar

Melayu

Italiano

Korean한국의

Polski

Português

Română

Russian Русский

Serbian српски

Chinese 中文

Japanese 日本語

Arabic العربية

English Bahasa České Deutsch Español Filipino Français ελληνικά हिंदी Magyar Melayu Italiano 한국의 Polski Português Română Русский српски 中文 日本語 العربية

If you are interested in following my travels/adventures in the course of my teaching work around the world, feel free to follow my Facebook Page!

Can you translate into Bahasa? I am looking for volunteers who would like to continue to make this translation available. Please contact me if you are interested.

vinaysmile

I publish this blog twice a week. It is translated into multiple languages. You are welcome to subscribe

logosm1

Interested in Gestalt Therapy training?

Contact Us

Links

Career Decision Coaching

Here

and here

Lifeworks

Gestalt training and much more

http://www.depth.net.au

For Men

Here is a dedicated site for my book Understanding the Woman in Your Life

http://www.manlovesawoman.com

The Unvirtues

A site dedicated to this novel approach to the dynamics of self interest in relationship

http://www.unvirtues.com

Learn Gestalt

A site with Gestalt training professional development videos, available for CE points

http://www.learngestalt.com

We help people live more authentically

Want more? See the Archives column here

Gestalt therapy demonstration sessions

Touching pain and anger: https://youtu.be/3r-lsBhfzqY (40m)

Permission to feel: https://youtu.be/2rSNpLBAqj0 (54m)

Marriage after 50: https://youtu.be/JRb1mhmtIVQ (1h 17m)

Serafina - Angel wings: https://youtu.be/iY_FeviFRGQ (45m)

Barb Wire Tattoo: https://youtu.be/WlA9Xfgv6NM (37m)

A natural empath; vibrating with joy: https://youtu.be/tZCHRUrjJ7Y (39m)

Dealing with a metal spider: https://youtu.be/3Z9905IhYBA (51m)

Interactive group: https://youtu.be/G0DVb81X2tY (1h 57m)